AHLAN WA SAHLAN

Kamis, 05 Juli 2012

Persembahan Cinta

Malam menjelang, tiba saatnya keberangkatanku menuju rumahku surgaku. Waktu yang dinanti untuk berkumpul kembali dengan keluarga. Hangatnya kebersamaan, Canda, dan semangat kehidupan bisa kuraih ketika berkumpul bersama keluarga, apalagi dengan hadirnya semangat pengorbanan dari sosok seorang bapak.Seminggu dirumah rasanya sangat menyenangkan,tapi waktu seolah melepas kepergianku kembali untuk kembali ke purwokerto..

Hari itu juga aku meminta izin kepada bapak untuk kembali ke purwokerto untuk mengikuti pelatihan olimpiade ekonomi islam tingkat nasional..Bapak tampak senang mendengarnya, tetapi mengetahui liburanku yang sangat singkat ia lebih mengizinkan diriku untuk berbirrul walidain dirumah..awalnya diriku sedih mendengar hal tersebut, mencoba menenangkan hati dalam setiap sujud panjangku..dan saat itu aku mulai berfikir kembali, "Bukankan ridhaNya adalah ridha orangtua?". Kata-kata itu yang membuat diriku untuk mengikhlaskan setiap keputusan dari orangtuaku..

Keesokan harinya, 19 Januari 2012
Pagi itu jam 9 pagi tampak ramai di depan rumahku,
"Inaalillahi wa Innailaihi Radjiun"..berita itu tersentak membuat hatiku untuk bersegera mengabari bapak..
Bapak sangat antusias jika mendengar kabar tersebut..ketika mendengar hal tersebut bapak langsung kembali kerumah..Hari itu sangat panas sekali, selesai melaksanakan kewajiban terhadap si mayat,wajah bapak terlihat pucat dan lelah..Ia langsung duduk terdiam dilantai dan meminta segelar air dingin..
Malam harinya bapak menghadiri undangan untuk tahlilan di depan rumahku..suaranya masih terdengar saat itu,sepulang dari itu ia tampak terlihat lemas..Lalu aku menyuruh bapak untuk beristirahat dikamar..padahal saat itu aku dan bapak beserta adikku sedang menonton tv bersama-sama..tepat jam 21.00, bapak memanggilku..Saat aku menghampirinya, tubuh bapak terlihat keringat dingin dan sesak.aku bersegera memanggil ibu dan memotivasi bapak untuk dibawa kerumah sakit,meski pada awalnya bapak menolak untuk dibawa kerumah sakit..Akhirnya bapak langsung dibawa kerumah sakit terdekat di RSUD bekasi..sepanjang perjalanan kubisikkan lantunan kalimat"Allah",kuberharap saat itu bisa meringankan sakit yang dideritanya..Setibanya disana bapak tampak lebih tenang,namun dalam beberapa saat sesaknya kembali mucul..aku bersama kakak dan saudara2ku menemaninya disepanjang malam..tetes air mata menyelimuti suasana hari itu,tanpa rasa lelah dan bosan aku terus membisikkan kalimat"Allah"..
meski beliau sempat putus asa,tapi aku dan kakak terus memotivasinya..

"Bapak harus kuat,kita semua sayang sama bapak..istigfar terus ya pa.."

kata itu mampu membuatnya kembali kuat untuk menahan rasa sakitnya..
Alhamdulillah..sejak pukul 01.00-03.00 ia kembali tenang..
senang rasanya bisa melihat dirinya istirahat tanpa rasa sesak..

sambil menunggu waktu shubuh,masih ada waktu yang agung untuk bermunajat kepadaNya.aku dan kakak bergiliran untuk menunaikan shalat tahajud,begitupun waktu istirahat kami menjelang shubuh..Selesai menjelang shubuh

Rabu, 04 Juli 2012

Dia Super Hero(ku)

Sepenggal kisah..semoga bisa menuaikan hikmah baginyang membacanya..
Alya adalah seorang anak perempuan tunggal di dalam keluarganya.Ia selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk ayahnya,namun ayahnya tetap saja tak puas. Ayahnya mendidiknya dengan keras namun penuh ketegasan. Suatu ketika genap Alya berumur 17th,ayahnya tak perduli dengan usia anaknya yang menginjak remaja,sepatah katapun sebagai ucapan bangga untuk anaknya tidak diutarakan. Alya semakin membenci ayahnya, sampai-sampai ia pernah bertengkar dengan ayahnya. Suatu ketika ayahnya meninggal karna sakit kanker yang dideritanya. Tangis haru terbekas di raut wajahnya
,meski perasaan benci masih tersimpan di lubuk hatinya.
Pada suatu saat alya membantu ibunya sedang membereskan kamar ayahnya. Di dalam lemari ia menemukan bingkisan kotak berwarna pink,perlahan ia membukanya. Ternyata sebuah jam tangan dan buku yang ia idam-idamkan. Tak terasa air matapun menetes dalam balutan rona wajahku. Kulihat secarik kertas berwarna pink, perlahan ku baca dengan kelembutan hati
“ Ya Allah, syukurku tiada henti atas nikmat yang telah en
gkau berikan kepada hambamu yang rendah diri ini. Lindungilah selalu anakku dan sertailah ia dalam setiap gerak langkahnya. Ya Rabb, jangan berikan ia jalan yang lurus, tapi berikanlah ia jalan yang berliku-liku dan berduri agar ia menjadi wanita yang kuat dan tegar. Agar ia mengerti hakikat hidup yang sebenarnya, sertailah doaku dalam setiap langkahnya hingga akhirnya ia akan menjadi sosok wanita yang shalehah, sosok wanita yang kuat.”
Lalu sang ibu berkata bahwasanya ayah sengaja menyembunyikan sakit kanker yang selama ini ia derita. Rintih air matapun semakin menderaskan hatiku. Kini akupun mulai mengerti kenapa ayah bersikap seperti itu kepadaku.



Saudaraku..
Terkadang tak selamanya penglihatan hati selalu benar, maka cobalah untuk melihat segala sesuatunya dengan ketajaman hati. Ketajaman hati yang selalu diasah dengan dzikrullah.
Saudaraku..
Bagaimanapun juga kasih sayang itu akan selalu ada di dekat orang-orang terdekat kita. Kasih sayang yang akan kita dapatkan dari orangtua kita, saudara, teman, sahabat, bahkan kasih sayang tak terbatas dari Sang Pencipta, Allah semata. Tinggal bagaimana kita mengerti dan memahaminya. Maka carilah kasih sayang dan cinta yang akan mendekatkan diri kita kepada Allah. Kasih sayang yang akan mempersatukan kita di taman Surgawi..Insya Allah