Alya adalah seorang anak perempuan tunggal di dalam keluarganya.Ia selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk ayahnya,namun ayahnya tetap saja tak puas. Ayahnya mendidiknya dengan keras namun penuh ketegasan. Suatu ketika genap Alya berumur 17th,ayahnya tak perduli dengan usia anaknya yang menginjak remaja,sepatah katapun sebagai ucapan bangga untuk anaknya tidak diutarakan. Alya semakin membenci ayahnya, sampai-sampai ia pernah bertengkar dengan ayahnya. Suatu ketika ayahnya meninggal karna sakit kanker yang dideritanya. Tangis haru terbekas di raut wajahnya
,meski perasaan benci masih tersimpan di lubuk hatinya.
Pada suatu saat alya membantu ibunya sedang membereskan kamar ayahnya. Di dalam lemari ia menemukan bingkisan kotak berwarna pink,perlahan ia membukanya. Ternyata sebuah jam tangan dan buku yang ia idam-idamkan. Tak terasa air matapun menetes dalam balutan rona wajahku. Kulihat secarik kertas berwarna pink, perlahan ku baca dengan kelembutan hati
“ Ya Allah, syukurku tiada henti atas nikmat yang telah en
gkau berikan kepada hambamu yang rendah diri ini. Lindungilah selalu anakku dan sertailah ia dalam setiap gerak langkahnya. Ya Rabb, jangan berikan ia jalan yang lurus, tapi berikanlah ia jalan yang berliku-liku dan berduri agar ia menjadi wanita yang kuat dan tegar. Agar ia mengerti hakikat hidup yang sebenarnya, sertailah doaku dalam setiap langkahnya hingga akhirnya ia akan menjadi sosok wanita yang shalehah, sosok wanita yang kuat.”
Lalu sang ibu berkata bahwasanya ayah sengaja menyembunyikan sakit kanker yang selama ini ia derita. Rintih air matapun semakin menderaskan hatiku. Kini akupun mulai mengerti kenapa ayah bersikap seperti itu kepadaku.
Saudaraku..Terkadang tak selamanya penglihatan hati selalu benar, maka cobalah untuk melihat segala sesuatunya dengan ketajaman hati. Ketajaman hati yang selalu diasah dengan dzikrullah.
Saudaraku..
Bagaimanapun juga kasih sayang itu akan selalu ada di dekat orang-orang terdekat kita. Kasih sayang yang akan kita dapatkan dari orangtua kita, saudara, teman, sahabat, bahkan kasih sayang tak terbatas dari Sang Pencipta, Allah semata. Tinggal bagaimana kita mengerti dan memahaminya. Maka carilah kasih sayang dan cinta yang akan mendekatkan diri kita kepada Allah. Kasih sayang yang akan mempersatukan kita di taman Surgawi..Insya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar